Klikme88 Cara Mengganti Colokan Antena Tv

Klikme88 Cara Mengganti Colokan Antena Tv – Menonton televisi (TV) masih menjadi pilihan terpenting bagi sebagian besar masyarakat. Khususnya televisi terestrial atau televisi siaran over-the-air (OTA) seperti yang disebut di Amerika Serikat (AS). Klikme88 Beberapa prediksi tentang matinya televisi terestrial salah, begitu pula dengan siaran. Penelitian yang dilakukan oleh firma akuntansi Inggris Deloitte memperkirakan bahwa sekitar 1,6 miliar orang di seluruh dunia masih setia menonton TV. Indonesia, India, dan Nigeria menjadi penyumbang rating televisi terbesar. Klikme88 Temuan menunjukkan bahwa televisi telah berumur panjang sejak siaran terestrial pertama kali disiarkan di Amerika Serikat pada tahun 1927. Salah satu alasan orang masih menonton televisi adalah karena harganya yang murah. Ya, yang Anda butuhkan hanyalah TV, antena, dan sumber listrik untuk menikmati hiburan dan mendapatkan informasi terkini. Anda dapat menonton banyak stasiun TV nasional dan lokal. Klikme88 Alasan lainnya adalah siaran TV masih lebih murah dibandingkan internet. Di sisi lain, TV terestrial tidak memiliki kekurangan dibandingkan kabel, satelit, dan IPTV yang lebih modern. Televisi terestrial dapat dengan mudah menghasilkan gambar yang tidak jelas. Alasannya sederhana karena TV tidak dapat menerima sinyal. Jarak yang lebih jauh dari pemancar dapat mempersulit TV menerima sinyal. Mungkin juga karena banyak gedung bertingkat yang menghalangi transmisi sinyal. Dalam hal ini, Anda mungkin mencoba membeli antena luar ruangan dan memasangnya di tiang yang tinggi. Namun gambarnya tetap buram, muncul garis-garis, dan suaranya terputus-putus. Membeli booster (juga disebut perangkat tambahan yang meningkatkan sinyal Anda) akan segera menarik perhatian Anda. Namun, simpanlah uang Anda terlebih dahulu, dan jangan terburu-buru membeli booster, karena ada beberapa trik yang dapat Anda coba untuk mendapatkan gambaran yang jelas di TV Anda. Teknik-teknik tersebut akan dijelaskan pada artikel ini. Datang dan lihat satu per satu! 1. Membersihkan Antena Sumber: limitlesstouch.com Segala sesuatu yang bersentuhan langsung dengan udara pada akhirnya akan menjadi kotor, begitu pula antena. Partikel-partikel yang ada di udara tentu saja bukan hanya oksigen. Tapi ada juga debu, air, dll di dalamnya. Baik itu antena outdoor maupun indoor, partikel-partikel ini dapat menyebabkan badan antena menjadi kotor. Karena antena terbuat dari logam aluminium, ada juga kemungkinan terjadinya oksidasi otomatis atau yang biasa disebut karat. Nah, kotoran seperti debu, kran, jamur, lumut, hingga karat yang menutupi bagian utama antena pasti akan mempengaruhi kemampuan antena dalam menangkap sinyal. Oleh karena itu, harap bersihkan antena secara rutin. Untuk menghilangkan karat secara khusus, Anda bisa menggunakan semprotan penghilang karat yang biasa digunakan pada rantai sepeda motor. 2. Periksa kondisi sumber kabel: gmElectronic.com Kabel merupakan elemen yang sama pentingnya dari TV Anda. Tanpa kabel, sinyal yang ditangkap antena tidak dapat disalurkan secara efektif ke TV. Jika ingin sinyal TV Anda lancar, Anda harus menggunakan kabel yang kondisinya baik. Oleh karena itu silahkan periksa kembali kondisi kabel yang anda gunakan. Jika kabel antena rusak, gantilah. Bukti kerusakan kabel terlihat dari dalam, tanpa selubung. Kabel putus juga masuk dalam kategori rusak. Anda tidak boleh menyambung dua bagian yang rusak. Masalahnya adalah kabel yang rusak tidak menghantarkan sinyal lebih baik daripada kabel yang bagus. Jadi jika kondisi luar kabel antena Anda terlihat bagus, belum tentu isinya bagus. Lihatlah ujungnya untuk melihat apakah berkabut. Kalau berkabut dan ada air, maka interiornya akan berkarat. Kabel seperti ini juga perlu diganti. Lalu kabel seperti apa yang lebih baik jika Anda memutuskan untuk menggantinya? Pilih kabel koaksial dengan selubung tiga lapis yang melindungi isinya (tembaga): Lapisan ini terdiri dari isolator bagian dalam (polietilen), isolator luar (jalinan tembaga), dan selubung luar PVC. Lapisan yang tebal akan melindungi kabel dari lingkungan. Selain itu, pilihlah kabel koaksial dengan resistansi (impedansi) terbaik. Beli kabel koaksial dengan impedansi 75 ohm, yang merupakan pilihan terbaik untuk transmisi sinyal gambar. Sebaliknya jika kabel baru kusut maka tidak perlu diganti. Anda hanya perlu mengaturnya. Hal yang sama berlaku untuk konektor kabel yang longgar. 3. Jauhkan antena dari sumber logam: architecturelab.net Keberadaan benda logam di sekitar antena dapat mengganggu penerimaan sinyal. Misalnya saja Anda memasang antena di luar jendela kamar tidur Anda. Namun jendelanya dilindungi ubin seng. Seng merupakan logam yang dapat mengganggu pengambilan sinyal antena. Oleh karena itu, antena sebaiknya ditempatkan sejauh mungkin dari benda logam, minimal dua meter. 4. Tutupi antena dengan kertas timah atau aluminium foil Sumber: streamdiag.com Seperti disebutkan pada poin 3, benda logam di sekitar antena dapat mengganggu penerimaan sinyal. Namun hal ini tidak berlaku jika ada benda logam yang menempel pada antena. Dalam hal ini, kertas timah atau aluminium foil dikatakan dapat meningkatkan penerimaan sinyal antena. Tidak ada bukti terukur bahwa kertas timah dan aluminium foil benar-benar mempunyai efek positif pada antena. Namun yang jelas kedua benda tersebut merupakan konduktor. Perangkat yang menggunakan frekuensi radio mendapat manfaat dari keberadaan konduktor. Eli Pasternak, seorang konsultan teknologi nirkabel, mengatakan foil tersebut membantu antena yang terhalang untuk “melihat” pemancar. Sifat konduktif dari aluminium foil dapat meningkatkan kemampuan antena dalam berinteraksi dengan gelombang elektromagnetik. Eli menambahkan bahwa aluminium foil juga memblokir gangguan dari pemancar sinyal lain yang tidak diperlukan antena. Sementara itu, James Van Damme, ilmuwan radar yang pernah bekerja di Laboratorium Penelitian Angkatan Udara AS, memperkirakan luas elemen dipol mempengaruhi bandwidth (bandwidth frekuensi). Jadi, dalam hal ini James berpendapat bahwa badan antena yang tipis berarti bandwidthnya tidak lebar dan hanya dapat beresonansi pada satu frekuensi. Jadi tidak mengherankan jika penerimaan sinyal buruk. Memperluas area antena juga menjadi solusi. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan selembar aluminium foil pada antena. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan bandwidth, tetapi juga meningkatkan aperture, sehingga antena dapat menerima lebih banyak radiasi. 5. Arahkan antena ke arah pemancar. Sumber terkini: Saya bukan Chuck. (youtu.be/rWqt7rO1kQM) Memilih antena outdoor sebenarnya lebih baik dibandingkan antena indoor dalam hal kemampuan penerimaan sinyal. Alasannya sederhana karena antena luar ruangan tidak memiliki banyak elemen pemblokiran yang dapat menghalangi sinyal. Namun, menggunakan antena luar ruangan tidak serta merta membuat gambar TV Anda jernih. Agar sinyalnya bagus dan gambar yang dihasilkan TV jelas, aturan-aturan tertentu harus dipenuhi. Mulailah dengan menempatkan antena pada ketinggian optimal. Semakin tinggi posisi antena, semakin mudah menangkap sinyal. Namun, antena yang tinggi juga memerlukan kabel koaksial yang panjang. Semakin panjang kabel koaksial yang digunakan maka semakin kecil pula kapasitas sinyal yang dimilikinya. Oleh karena itu, antena sebaiknya dipasang pada tiang dengan ketinggian 3-7 meter. Tidak hanya itu, Anda memerlukan amplifier yang disebut juga booster. Aturan kedua adalah mengarahkan antena ke stasiun pemancar terdekat. Situs web khusus untuk memperkirakan jarak antara rumah dan stasiun pemancar belum ada di Indonesia. Namun, Anda bisa menggunakan Google Maps. Cukup masukkan stasiun radio diikuti dengan nama kota/wilayah tempat tinggal Anda. Jadi Anda bisa menggunakan koordinat yang didapat di Google Maps sebagai acuan untuk memandu antena. 6. Gunakan dua antena Sumber: cnet.com Anda telah menyelesaikan langkah-langkah mengarahkan antena ke pemancar terdekat. Gambar yang dihasilkan terlihat tajam. Namun tayangan di beberapa stasiun TV masih buram. Hanya setelah mengubah arah antena barulah stasiun yang diblokir menjadi jelas. Namun, stasiun yang semula jelas menjadi buram. Jadi mengapa ini bisa terjadi? Singkatnya, tidak semua stasiun pemancar terletak pada arah yang sama. Stasiun A, B, dan C mungkin mengarah ke utara. Sedangkan stasiun D, ​​E, dan F terletak di sebelah barat. Jadi apa solusinya? Gunakan dua antena di TV Anda. Nah, kedua antena ini bisa digunakan bersama dengan alat bernama UHF Digital Antenna Mixer yang bisa Anda beli di toko elektronik. Mekanisme alat ini sederhana. Kedua kabel antena akan dicolokkan ke jack input unit. Alat tersebut kemudian akan meneruskannya ke TV melalui kabel. Alat ini berarti Anda kini dapat memasang dua antena dengan arah berbeda. Ini menghasilkan gambar yang jelas di semua stasiun TV. Nah itulah enam cara membuat TV Anda lebih jernih tanpa booster. Anda bisa mencobanya satu per satu mulai dari yang paling sederhana. Jika Anda memiliki pengalaman lain yang membuat TV Anda menonjol, silakan bagikan di kolom komentar. Cerita Anda pasti akan sangat membantu pembaca lainnya.

Teknologi adalah gairah kedua Tsalis setelah sepak bola. PC Plus, Pulsa, PC Media dan majalah lainnya menemani masa kecil pria lulusan Universitas Gadjah Mada bidang Teknologi Pertanian ini.

Cara Mengganti Colokan Antena Tv

Perangkat favorit Tsalis dalam memori adalah Sony Ericsson

Apakah Kabel Antena Bisa Disambung?

Colokan antena tv digital, colokan antena tv rusak, colokan antena tv, harga colokan antena tv, jenis colokan antena tv, colokan antena tv lg, colokan antena tv led, cara memasang colokan antena tv, colokan kabel antena tv, cara pasang colokan antena tv, colokan antena tv dinding, colokan tv ke antena

klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88
klikme88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *